Setelah berpisah tentunya ada sesuatu yang tiba-tiba muncul, namanya kangen

Idelando.com-Berteman adalah kebutuhan tiap orang. Berteman dengan orang banyak merupakan sesuatu yang menyenangkan, apalagi kalau “gengnya” sefrekuensi. Itu yang sering kita dengar dari anak-anak muda sekarang. Selama berteman ada beberapa hal yang sering dilakukan bersama, semisal berkumpul bersama, jalan-jalan bersama, curhat bersama, makan bersama, ataupun jatuh cinta bersama. Yang terakhir tu, orang-orang lemah yang kalah di friendzone.

Kebersamaan ini tentunya tidak selalu bisa diwujudkan. Ada beberapa momen yang harus kita hadapi untuk berpisah. Misalnya, pindah sekolah atau tempat tinggal, kuliah di tempat berbeda, sudah bekerja, sudah menikah, atau terpisah karena yang lain memenuhi panggilan (masuk biara).

Pepatah lama mengatakan “kita bertemu untuk berpisah, kita berpisah untuk bertemu lagi”. Setelah berpisah tentunya ada sesuatu yang tiba-tiba muncul, namanya "kangen". Kalau su kangen, oeee maunya langsung ketemu. Biasanya saat-saat seperti ini bawaannya mau berbagi cerita tentang kabar, pengalaman, dan pencapaian. 

Dulu, kalau kita mau bercerita atau ketemuan pastinya sangat sulit untuk menentukan kapan bisa dilakukan. Faktor utamanya adalah media komunikasi yang kurang. Sebaliknya sekarang untuk bertemu atau bercerita ada banyak kemudahan dalam melakukannya, media komunikasinya banyak. Namun, walaupun via komunikasi sekarang sudah sangat berkembang, “satu yang harus diingat ee, namanya kangen pasti obatnya tu ketemuan”

Omong-omong, sekarang untuk lepas kangen tidak harus pake surat. Chattingan via whatsapp atau facebook adalah media pengganti. Bagaimana tidak fitur-fiturnya sangat membantu. zaman sekarang, rencana-rencana untuk bertemu dan berkumpul biasanya dibahas melalui via tersebut. tetapi media yang paling populer adalah whatsaap atau lebih dikenal dengan istilah WA.

Satu kelompok pertemanan pastinya memiliki satu grup WA tersendiri. biasanya grup ini digunakan untuk membahas beberapa hal. Yang lumrah basa basi tanya kabar, rencana reunian, berbagi lowongan kerja, kirim foto atau video lucu, ataupun undangan nikah (pencapaian impian).

Reunian adalah yang paling sering dibahas dalam chattingan grup. Tau alasannya too, teman-teman su balek semua. Biasanya yang memulai ini adalah orang-orang tertentu. Mereka adalah golongan orang orang yang “asyik”dan super aktif membahas reunian di grup. Selain itu, mereka  juga mampu membuat grup ramai atau hidup. Kebiasaan ini membuat anggota grup juga ikut nimbrung.

Kebiasaan yang sering terjadi dalam membahas reunian adalah orang yang paling semangat bilang “iya”, padahal ujung-ujungnya tidak  ikut. Kalau dilihat-lihat, di grup ada pesan okee, gaskan, siapp, sipsipp, on time eee, harus ikut, dan sebagainya, eh besoknya yang pertama bilang tidak ikut adalah mereka. “Jan marah emm teman-teman, padahal ini hari saya……”. Tau too kalo su begini, reuniannya tir jadi. Pesan pamungkas “next time saja ge teman eeee”. 

Terkesan menyebalkan memang iya, tetapi melepas kangen itu butuh kesabaran. Hal-hal seperti ini adalah hal-hal yang sering terjadi dalam pertemanan kita. Kadang batalnya seseorang mempengaruhi orang lain. Bisa saja si A ikut karena si B juga ikut, ataupun sebaliknya begitu. Belum lagi kalo yang kasih batal tu orang yang jadi "get-nya" kita di grup, bawaannya tau too apalagi kalo su buat list ganda khusus berdua atau cakar untuk jemput dan hantar. Halas taa maniss...

Menunda sesuatu yang "di-bantang" di grup WA  pada lain hari tentunya belum pasti. Kita tidak pernah tahu kesibukan seseorang. Sederhananya si A pasti punya pertemanan lain, mereka juga membahas hal yang sama (ketemuan). Jika hal yang kita bahas ditunda ke hari lain, pastinya si A akan sempat mengucapkan "jan marah ee teman-teman, padahal ni hari saya ada....". Jadinya bantang-bantang hanya semangat di grup saja.

Kebiasaan ini tentunya pasti kita sadari. Kadang beberapa orang menganggap kalau mau berkumpul dengan teman, "enaknya jalan saja kalau ada waktu, jangan pake bahas lama-lama di grup". Satu sisi tanggapan ini benar, satu sisi juga kita perlu menghargai perasaan teman-teman. Kadang yang paling niat ajak berkumpul adalah orang yang butuh berbagi cerita. Kadang ada yang mau berkumpul karena alasannya nyaman dengan situasi dan suasana gengnya. Kadang ada yang berkumpul karena butuh sesuatu yang membangun dari teman. Atau pun ada yang mau berkumpul karena itu satu-satunya sarana pendekatan yang cepat, yang ini tolong dimaklumi sepenuh hati.

Menunda atau tidaknya rencana berkumpul, pastinya bukan hanya karena alasan seseorang yang tiba-tiba tidak jadi ikut. Masih banyak alasan lain. Kita perlu bersahabat dengan cuaca, jarak tempuh, urusan keluarga, kencan, a tau pun juga masalah finansial. Yang terpenting, kita masih punya teman-teman yang baik sampai hari ini. Berkumpul bersama pastinya ada banyak kesempatan lain, yang terpenting jaga komunikasi yang baik. Omong punya omong sa ju sering kirim chat "jan marah eee teman-teman, padahal ni hari saya ada ......."

Penulis    Yoan Soro
Ilustrator : Rudi Herwanto

0 Komentar